Persiapan Sejak Pagi, Semangatnya Udah Nggak Karuan
Jujur aja, kalau dengar kata "upacara", kadang bayangannya panas, berdiri lama, dan bosen. Tapi, suasana di SMP Terpadu Darul Dakwah pagi itu beda banget. Sejak jam 6.30, halaman sekolah udah rame. Para santriwati udah rapi dengan seragam dan kerudungnya, sementara santri putra sibuk ngecek peci dan sarungnya masing-masing. Ada yang mondar-mandir bawa teks MC, ada yang latihan aba-aba di pojok lapangan, sampai ada yang sibuk nata barisan.
Yang bikin bangga, tahun ini tema HSN memang mengangkat soal peran santri. Tema resmi dari Kementerian Agama adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" . Jadi, rasanya makin pas aja ketika upacara di sekolah kita benar-benar digerakkan oleh para santri.
Petugasnya Santri Semua, Lho!
Nah, ini nih yang bikin upacara kali ini beda dari biasanya. Mulai dari pengibar bendera (paskibra), pembaca teks Pancasila, pembaca UUD 1945, pembaca Ikrar Santri, sampai komandan upacarasemuanya dari kalangan siswa. Santriwati dan santri putra tampil bergantian mengisi posisi petugas, dan semuanya kelihatan siap.
Latihan mereka juga nggak main-main. Seminggu sebelumnya, para petugas ini latihan sore sepulang sekolah. Mulai dari latihan baris-berbaris, mengatur tempo langkah, menghafal teks Ikrar Santri, sampai latihan mengibarkan bendera dengan kompak. Jadi, wajar kalau pas hari-H, semuanya berjalan lancar. Pengibaran Sang Merah Putih gagah, pembacaan Ikrar Santri terdengar lantang, dan komandan upacara memberikan aba-aba dengan tegas dan tenang. Keren banget!
Sedikit Edukasi: Kenapa 22 Oktober?
Mungkin ada yang masih bertanya-tanya, kenapa sih Hari Santri diperingati tanggal 22 Oktober? Jadi ceritanya, tanggal ini merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 . Saat itu, para ulama dan santri bersatu menggelorakan semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan. Dari semangat itulah lahir peristiwa 10 November 1945 di Surabaya yang kita kenang sebagai Hari Pahlawan.
Presiden Joko Widodo kemudian menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 . Jadi, upacara yang kita ikuti pagi itu bukan sekadar formalitas, tapi bentuk penghormatan kita pada perjuangan para ulama dan santri terdahulu.
Pesan yang Tertinggal di Hati
Upacara yang berlangsung sekitar satu jam itu ditutup dengan pembacaan doa dan amanat dari pembina upacara. Beliau mengingatkan bahwa jadi santri itu bukan cuma soal hafal hadits atau bisa ngaji, tapi juga soal disiplin, tanggung jawab, dan siap berkontribusi buat bangsa. Apalagi tema tahun ini menekankan bahwa santri harus jadi bagian dari solusi menuju Indonesia Emas 2045 .
Intinya, upacara Hari Santri di SMP Terpadu Darul Dakwah kemarin bukan cuma acara rutin yang lalu begitu saja. Dari persiapan pagi yang heboh, petugas-petugas santri yang keren, sampai pesan yang disampaikan—semuanya meninggalkan kesan. Jadi, buat teman-teman semua, jangan pernah males ikut upacara, ya! Karena di balik barisan yang rapi dan teks yang dibaca, ada nilai-nilai luhur yang bisa kita bawa pulang.
Selamat Hari Santri Nasional 2026! Mari terus belajar, berjuang, dan jadi santri yang bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara.


.png)