Fenomena yang sering terjadi cukup menggelitik: mata kita bisa mendadak segar bugar saat menatap layar ponsel, namun seketika terasa seberat beban hidup saat membuka lembaran mushaf. Padahal, setan sedang "dirumahkan" (dibelenggu), namun mengapa rasa malas masih saja "lembur" di dalam diri kita?
Hakikat Ramadhan dan Al-Qur'an
Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ...
Artinya:
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia...” (Qs. Al-Baqarah: 185)
Dalam Tafsir Al-Wajiz karya Syaikh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, dijelaskan bahwa Al-Qur'an adalah inti dari kemuliaan Ramadhan. Membacanya bukan sekadar ibadah lisan, melainkan sarana utama untuk meraih hidayah.Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya:
"Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan pun dibelenggu." (HR. Bukhari No. 3277 & Muslim No. 1079)
Sebuah renungan untuk kita: Jika setan telah dibelenggu, mengapa masih banyak dari kita yang merasa berat untuk bertadarus? Bukankah seharusnya ketaatan menjadi lebih ringan saat penggoda utamanya sedang "dikurung"?
Jawabannya terletak pada hawa nafsu. Meskipun pintu surga terbuka lebar dan setan terbelenggu, nafsu dalam diri manusia tidak ikut libur. Ia tetap lihai membisikkan rasa kantuk dan kelelahan demi menjauhkan kita dari limpahan pahala.
Jangan Sampai Menyesal
Jika kita terus-menerus menyerah pada rasa kantuk, kita berisiko tergolong sebagai orang yang merugi (khusron). Bayangkan, saat ampunan Allah sedang dihamparkan seluas samudra, akankah kita justru memilih terlelap dalam mimpi? Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas di hati.
Tips Taktis Melawan Kantuk
Jangan beri ruang bagi rasa kantuk untuk menang! Cobalah beberapa langkah praktis berikut:
1. Segarkan Diri: Segera ambil wudu dengan air dingin untuk mengembalikan kesadaran saraf.
2. Ubah Posisi: Jika membaca sambil bersandar memicu kantuk, duduklah dengan tegak. Jika perlu, membacalah sambil berdiri atau berjalan kecil (tadarus stretching).
3. Ingat Investasi Akhirat: Sadarilah bahwa setiap huruf yang kita baca adalah investasi syafaat yang akan menemani kita di alam kubur dan hari kiamat kelak.
Ingatlah, menguap saat membaca Al-Qur'an itu manusiawi, namun menutup mushaf lalu memilih tidur adalah kerugian yang nyata. Mari kita lawan kantuknya, dan kita jemput hidayahnya!
