Penggunaan Buku dalam Kurikulum Merdeka
Penerapan Kurikulum Merdeka:
- Sebelumnya, hanya sekolah dengan predikat Sekolah Penggerak yang menggunakan buku ini. Namun, saat ini semua sekolah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka dengan tiga pilihan: Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, atau Mandiri Berbagi.
Pengembangan Buku:
- Pusat Perbukuan; Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bertanggung jawab mengembangkan buku pendidikan untuk semua jenjang, termasuk SMP.
- Buku yang dikembangkan mengacu pada prinsip diversifikasi sesuai kondisi satuan pendidikan, potensi daerah, dan kebutuhan peserta didik.
Dukungan dan Implementasi
Buku Teks Utama:
- Pemerintah mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan buku siswa dan buku panduan guru sebagai buku teks utama.
- Buku ini dapat dimodifikasi, dijadikan contoh, atau rujukan dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik.
Pedoman Penyusunan:
- Penyusunan buku teks utama mengacu pada Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran dan Keputusan terkait Capaian Pembelajaran yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pengembangan Berkelanjutan
- Buku ini merupakan dokumen hidup yang dapat diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Saran dan masukan dari guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk pengembangan buku di masa mendatang.
Manfaat
- Buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peserta didik dan guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMP, khususnya Kelas VII.
Jika Anda membutuhkan akses ke file Buku Guru dan Buku Siswa SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka, Anda dapat mengunduhnya melalui situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau memeriksa perpustakaan sekolah Anda. Buku-buku ini biasanya tersedia dalam format PDF yang dapat diunduh secara gratis.